Analisis Pengaruh Dana Desa, Indeks Demokrasi Indonesia, dan Persepsi Korupsi terhadap Kemiskinan di Indonesia

Authors

  • Mei Sarah Andriani Tobing Universitas Negeri Medan
  • Indra Maipita Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.47709/jebidi.v5i1.411

Keywords:

Dana Desa, Error Correction Model, Indeks Demokrasi Indonesia, Indeks Persepsi Korupsi, Kemiskinan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), dan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) terhadap kemiskinan di Indonesia periode 2008–2024 dengan menggunakan pendekatan Error Correction Model (ECM). Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Keuangan, dan Transparency International. Metode ECM dipilih karena mampu mengidentifikasi hubungan jangka pendek sekaligus keseimbangan jangka panjang antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Desa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, dengan pengaruh yang lebih kuat dalam jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur desa, peningkatan layanan dasar, dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek, namun tidak signifikan dalam jangka panjang, yang mengindikasikan bahwa kualitas demokrasi di Indonesia masih bersifat prosedural dan belum sepenuhnya memberikan dampak berkelanjutan terhadap pengurangan kemiskinan. Sementara itu, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek, tetapi berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka panjang, yang menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak kumulatif yang memperburuk kemiskinan secara struktural melalui kebocoran anggaran dan rendahnya efektivitas kebijakan publik. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, yang menegaskan bahwa kemiskinan merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, politik, dan tata kelola. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola Dana Desa, peningkatan kualitas demokrasi yang lebih substantif, serta pemberantasan korupsi secara sistemik guna mendukung pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acemoglu, D., Naidu, S., Restrepo, P., & Robinson, J. A. (2019). Democracy does cause growth. Journal of Political Economy, 127(1), 47–100.

ACLC KPK. (2022). Indeks persepsi korupsi.

Afifi, M., & Singandaru, A. B. (2024). Analisis pengelolaan alokasi dana desa (ADD) dalam upaya meningkatkan pembangunan desa (studi kasus: Desa Suwangi, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur). Jurnal Konstanta: Ekonomi Pembangunan, 3(1), 1–23.

Arifianto, A. (2021). Dampak dana desa terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 45–58.

Badan Pusat Statistik. (2020). Penghitungan dan analisis kemiskinan makro Indonesia tahun 2020.

Badan Pusat Statistik. (2024a). Memahami perbedaan angka kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS.

Badan Pusat Statistik. (2024b). Profil kemiskinan di Indonesia September 2024.

Badan Pusat Statistik. (2025). Indeks demokrasi Indonesia.

Basuki, A. T. (2015). Regresi model PAM, ECM, dan data panel dengan EViews 7.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2021). Peran dana desa dalam pemulihan ekonomi nasional dan penanganan COVID-19.

Freedom House. (2024). Freedom in the world 2024: Democracy under threat.

Gupta, S., Davoodi, H., & Alonso-Terme, R. (2002). Does corruption affect income inequality and poverty? Economics of Governance, 3(1), 23–45.

Halim, A. R., & Taryani, A. (2023). Pengelolaan dana desa dan dampaknya terhadap indeks desa membangun di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Manajemen Perbendaharaan, 4(1), 51–71. https://doi.org/10.33105/jmp.v4i1.486

Kementerian Dalam Negeri. (2020). Strategi penguatan demokrasi Indonesia.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2020). Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

Kementerian Keuangan. (2020). Dana desa: Pengertian, sumber dana, penyaluran dana, dan prioritasnya.

Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah. (2020). Dana desa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

Mauro, P. (1998). Corruption and the composition of government expenditure. Journal of Public Economics, 69(2), 263–279.

Narayan, P. K., Narayan, S., & Smyth, R. (2018). The effect of democracy on economic growth and poverty. Economic Modelling, 72, 449–458.

Susilowati, E., & Hadi, S. (2020). Pengaruh dana desa terhadap penurunan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(2), 123–135.

Transparency International. (2020). Corruption perceptions index 2020: Technical methodology note.

UNDP. (2019). Human development report 2019: Beyond income, beyond averages, beyond today.

Wahyudin, Y. (2018). Analisis kemiskinan dalam kaitannya dengan indeks demokrasi ekonomi. Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman. https://journal.feb.unmul.ac.id/index.php/JIEM/article/view/2403

World Bank. (2018). Poverty and shared prosperity 2018: Piecing together the poverty puzzle.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Tobing, M. S. A., & Maipita, I. (2026). Analisis Pengaruh Dana Desa, Indeks Demokrasi Indonesia, dan Persepsi Korupsi terhadap Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis Digital, 5(1), 8–17. https://doi.org/10.47709/jebidi.v5i1.411