Rancang Bangun Aplikasi Augmented Reality 3D Berbasis Web untuk Identifikasi Alat Tradisional Dayak Kenyah
DOI:
https://doi.org/10.47709/digitech.v6i1.8469Keywords:
MDLC, Budaya, Edukasi, Augmented Reality, WEBAbstract
Penelitian ini fokus pada inovasi media informasi di Wisata Budaya Pampang melalui pemanfaatan teknologi Web-based Augmented Reality (WebAR) markerless untuk mengenalkan instrumen tradisional suku Dayak Kenyah. Menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), riset ini menempuh enam tahapan sistematis mulai dari perumusan konsep hingga tahap distribusi aplikasi kepada masyarakat umum. Aplikasi yang dibangun memungkinkan para wisatawan mengeksplorasi artefak ikonik seperti Sapeq, Mandau, dan Talawang dalam bentuk visualisasi Tiga Demensi (3D) yang realistis cukup melalui peramban ponsel tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Berdasarkan uji coba tahap awal (beta) yang melibatkan 10 pengunjung, evaluasi menggunakan skala Likert mencakup aspek kegunaan dan daya tarik visual memperoleh skor rata-rata 76,8%, yang mengkategorikan aplikasi ini dalam tingkatan "Baik". Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan WebAR efektif dalam memberikan pengalaman wisata yang lebih modern dan imersif, sekaligus berperan penting dalam upaya digitalisasi warisan budaya lokal.





Digital Transformation Technology (Digitech) is licensed under a