Implementasi Augmented Reality Pada Aplikasi Pengenalan Suku Dayak Sub Suku Dayak Bahau Busang
DOI:
https://doi.org/10.47709/digitech.v6i1.8486Keywords:
Android, Budaya, DayakMDLC, Augmented RealityAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasi metode pengenalan budaya lokal melalui pengembangan aplikasi pameran virtual berbasis mobile Augmented Reality (AR) bagi siswa SDN 024 Samarinda. Fokus utama penelitian adalah digitalisasi warisan budaya sub-suku Dayak Bahau Busang yang mencakup lima objek ikonik: Penari Hudoq, Tameng (Kelebit), Kalung Taring, Anjat, dan Mandau. Metodologi yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari tahap pengonsepan, perancangan, pengumpulan material, perakitan, pengujian, hingga distribusi. Aplikasi ini memanfaatkan fitur plane detection yang memungkinkan siswa memunculkan beberapa objek 3D sekaligus secara interaktif di lingkungan nyata tanpa memerlukan penanda fisik (markerless). Hasil pengujian beta terhadap 10 responden siswa menunjukkan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 87,6%, yang menempatkan media ini dalam kategori "Sangat Baik". Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi AR mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan efektif dalam meningkatkan retensi informasi mengenai detail artefak budaya Dayak di tingkat sekolah dasar





Digital Transformation Technology (Digitech) is licensed under a