Penerapan Metode K-Means Untuk Klasifikasi Tingkat Literasi Terhadap Penyebaran Hoaks Di Jawa Barat

Authors

  • Kiki Mustaqim UNIVERSITAS LOGISTIK DAN BISNIS INTERNASIONAL
  • Gilang Al Raffi UNIVERSITAS LOGISTIK DAN BISNIS INTERNASIONAL
  • Nita Sawalia Fitri Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Noviana Riza UNIVERSITAS LOGISTIK DAN BISNIS INTERNASIONAL

DOI:

https://doi.org/10.47709/dsi.v5i2.5664

Keywords:

Hoaks, Literasi digital, K-Means Clustering

Abstract

Penyebaran hoaks menjadi tantangan serius di era digital, terutama di Indonesia, yang memiliki tingkat penggunaan internet yang tinggi namun belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kabupaten/kota di Jawa Barat berdasarkan tingkat literasinya, menganalisis tingkat kerentanan setiap klaster terhadap penyebaran hoaks berdasarkan karakteristik literasi yang dimiliki, serta memvisualisasikan hasil klastering dalam bentuk dashboard web yang interaktif. Metode yang digunakan adalah K-Means Clustering dengan tiga variabel utama, yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Indeks Pendidikan, dan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI). Hasil analisis menunjukkan adanya tiga klaster dengan karakteristik berbeda dalam hal literasi dan tingkat kerentanannya terhadap hoaks. Wilayah dengan indeks literasi tinggi cenderung memiliki ketahanan lebih baik terhadap informasi palsu, sedangkan wilayah dengan indeks rendah lebih rentan terhadap penyebaran informasi hoaks akibat keterbatasan akses dan kemampuan verifikasi. Visualisasi hasil klastering dalam bentuk dashboard interaktif menggunakan Tableau dan Streamlit memberikan wawasan yang dapat digunakan oleh pemangku kebijakan dalam merancang strategi peningkatan literasi dan edukasi masyarakat. Dengan memahami pola ini, diharapkan langkah-langkah mitigasi yang efektif dapat diterapkan untuk mengurangi penyebaran hoaks di Jawa Barat.

Downloads

Published

2025-11-30

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>