PKN di SLB Sebagai Dasar Pengembangan Pemahaman Hak dan Kewajiban pada Difabel Tunagrahita

Authors

  • Yeanny Suryadi Universitas Negeri Medan
  • Yakobus Ndona Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i01.2258

Keywords:

PKN, Tunagrahita, SLB, Difabel

Abstract

Ujung dari pendidikan adalah membentuk individu yang berakhlak mulia, cerdas, potensial dan mandiri, sebagai pondasi terbentuknya masyarakat Indonesia yang madani. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun kuirkulum yang berkembang sesuai kebutuhannya terhadap anak didik, serta melindungi setiap lapisan masyarakat melalui kebijakan-kebijakan pasal terkait, demi tercapainya manusia yang berpendidikan. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan observasi langsung oleh peneliti, dan pengumpulan dokumen serta wawancara dilaksanakan di SLB (Sekolah Luar Biasa) di Deliserdang, mulai bulan Januari hingga Maret 2023. Hasil dari penelitian ini membuktikan adanya perubahan perilaku dari murid-murid disabilitas tunagrahita setelah memperoleh pendidikan khususnya mata pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) di sekolah, khususnya di Sekolah Luar Biasa, sebagai satuan pendidikan khusus formal. Pelajaran PKN di SLB telah berhasil menanamkan pribadi warga negara yang baik dengan memahami hak dan kewajibannya dalam perilaku sehari-hari.

Downloads

Published

2023-04-28

How to Cite

Suryadi, Y., & Ndona, Y. . (2023). PKN di SLB Sebagai Dasar Pengembangan Pemahaman Hak dan Kewajiban pada Difabel Tunagrahita. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(01), 84–92. https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i01.2258