Peningkatan Hasil Belajar IPAS pada Murid dengan Kesulitan Belajar Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Improving IPAS Learning Outcomes for Students with Learning Difficulties through the Guided Inquiry Learning Model

Authors

  • Megawati Salim Universitas Negeri Yogyakarta
  • Eka Sapti Cahya Ningrum Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.47709/educendikia.v6i02.9306

Keywords:

Hasil Belajar IPAS, Inkuiri Terbimbing, Kesulitan Belajar, Sekolah Inklusi

Abstract

This study aims to improve learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) for fifth-grade students with learning difficulties at SDN 002 Kombeng by implementing the guided inquiry learning model. The study was motivated by the low IPAS learning outcomes among students with learning difficulties and the limited research adapting the guided inquiry model within an inclusive school context. The study employed a Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and McTaggart design and was conducted over two cycles. Each cycle comprised planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of five students with learning difficulties. The intervention involved applying the guided inquiry model's syntax, combined with modified student worksheets, simplified instructions, concrete media, and individualized scaffolding tailored to student needs. Data were collected through learning outcome tests, student activity observation sheets, and documentation, then analyzed using both quantitative and qualitative descriptive methods. Success indicators were established based on an individual Minimum Mastery Criterion (KKM) of 70 and a minimum class mastery rate of 75%. The results showed that the average learning outcome score increased from 28 in the pre-cycle stage to 62 in Cycle I and 80 in Cycle II. All students achieved the KKM by the end of Cycle II. Student engagement also improved, shifting from the "moderately active" category (71–75%) to the "active" category (75–92%). The findings indicate that implementing the guided inquiry learning model—accompanied by adaptive learning accommodations—effectively improves IPAS learning outcomes and engagement for students with learning difficulties in inclusive schools.

References

Abdurrahman, M. (2012). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Rineka Cipta.

Andri, A., et al. (2020). Analisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5(2), 112–125. https://doi.org/10.31258/ jipd.5.2.112-125

Anggraini, W. (2020). Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada murid sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sains Dasar, 8(1), 45–56. https://doi.org/10.22437/jpsd.v8i1.9432

Ariani, F., et al. (2021). Prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah dasar. Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbudristek.

Arikunto, S. (2006). Penelitian tindakan kelas. Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2015). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Ed. 2). Bumi Aksara.

Gunawan, G. (2015). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 1(2), 120–129. https://doi.org/10.29303/jpft.v1i2.245

Ilhamdi, M. L. (2020). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis IPA SD. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(1), 34–41. https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.102

Ishartiwi,I.,&Hidayat,R (2024). Differentiated instruction science learning for intellectually disabilities pupils at an inclusive primary school: A case study. Journal of Turkish Science Education, 21(3),467-483. https://doi.org/10.36681/tused.2024.025

Jauhari, A. (2017). Pendidikan inklusi sebagai solusi dalam mengelola karakteristik kelas yang heterogen. Jurnal Ortopedagogia, 3(1), 12–19. https://doi.org/10.17977/ um031v3i12017p012

Kristiani, K. (2005). Pengajaran berbasis inkuiri dalam pembelajaran sains di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Konseptual, 14(3), 201–210.

Lestari, S. (2022). Pengembangan instrumen tes kemampuan kognitif bagi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 10(2), 88–97. https://doi.org/10.21831/ jep.v10i2.45321

Marlina, M. (2019). Asesmen kesulitan belajar akademik dalam setting pendidikan inklusif. Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang.

Maryani, M., et al. (2018). Identifikasi ciri-ciri psikologis dan faktor penyebab kesulitan belajar akademik anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(1), 28–39. https://doi.org/10.26740/jpk.v12i1.2345

Mastuti, R., et al. (2023). Teori belajar dan hasil belajar siswa di sekolah dasar. Yayasan Kita Menulis.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muliani, M. (2019). Analisis sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar kognitif. Jurnal Pedagogi Sains, 7(2), 76–84. https://doi.org/ 10.21107/jps.v7i2.5643

Mutmainah, S. (2025). Pengaruh efektivitas pembelajaran IPAS terhadap kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah siswa kelas V. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 8(1), 15–26. https://doi.org/10.29408/jrpd.v8i1.29431

Nuraeni, N., et al. (2020). Faktor psikologis dasar yang melatarbelakangi disfungsi minimal otak pada anak berkesulitan belajar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 4(3), 142–151. https://doi.org/10.17509/jpp.v4i3.28431

Nurfadhillah, S., et al. (2021). Analisis pelaksanaan sistem layanan pendidikan inklusi di jenjang sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(2), 211–222. https://doi.org/ 10.36088/fondatia.v3i2.1234

Normayani, R.,& Ishartiwi. (2025). Kindergarten teachers’ competence in designing inclusive lesson plans through guided training. Indonesian Journal of Innovation Studies, 26 (4) https://doi.org/10.21070/ijins.v26i4.1689

Nurmi, N. (2022). Penerapan model spiral Kemmis dan McTaggart dalam penelitian tindakan kelas di sekolah inklusif. Jurnal Riset Tindakan Kelas, 6(1), 54–63. https://doi.org/10.31004/jrtk.v6i1.3421

Pramudya, P., & Safrul, S. (2022). Kelebihan penerapan model pembelajaran inkuiri untuk anak dengan kesulitan belajar matematika. Jurnal Ortodidaktika, 11(2), 89–98. https://doi.org/10.21831/or.v11i2.48291

Pratiwi, P., & Kristiani, K. (2024). Tantangan pengajaran IPAS konvensional bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 43(1), 102–115. https://doi.org/10.21831/cp.v43i1.59321

Rahayu, R. (2023). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS Fase C di Sekolah Dasar Penggerak. Jurnal Inovasi Kurikulum, 20(2), 175–188. https://doi.org/10.17509/jik.v20i2.53421

Rahmaniar, R., et al. (2022). Implikasi teori tahap operasional konkret Piaget terhadap penanaman konsep sains abstrak anak usia dasar. Jurnal Ilmiah Kognisi, 6(1), 33–42. https://doi.org/10.33369/jik.v6i1.22143

Retnoningsih, W. (2021). Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 7(3), 312–321. https://doi.org/10.26418/jpesd.v7i3.46321

Rudiyati,S., Pujaningsih, P., &Ambarwati, U. (2010). Penanganan anak berkesulitan belajar berbasis akomodasi pembelajaran. Jurnal Kependidikan, 40(2), 187-200 https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/498

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana Prenada Media Group.

Sanjaya, W. (2023). Penelitian tindakan kelas (Ed. Rev.). Kencana.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Sufianto, S. (2020). Karakteristik pembelajaran sains dalam kurikulum dasar. Jurnal Pedagogi Keilmuan, 4(2), 78–85. https://doi.org/10.21067/jpk.v4i2.4123

Sugihartono, S. (2024). Psikologi pendidikan dan evaluasi hasil belajar akademik. UNY Press.

Sundari, F. S. (2019). Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 5(2), 140–149. https://doi.org/10.30997/jpsd.v5i2.1932

Wahida, W., et al. (2022). Eksplorasi ekspresi belajar mandiri anak melalui model inkuiri di sekolah inklusif. Jurnal Ortopedagogik Indonesia, 6(2), 92–101. https://doi.org/ 10.17977/um031v6i2p92-101

Wahyuni, W. (2016). Mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui investigasi inkuiri terbimbing. Jurnal Pendidikan Sains Terpadu, 4(1), 61–70.

Widani, W., et al. (2019). Teori scaffolding Bruner dalam mengompensasi beban memori jangka pendek anak berkebutuhan khusus selama pembelajaran penyelidikan. Jurnal Pendidikan Khusus Pascasarjana, 3(1), 44–53. https://doi.org/10.21831/ jpk.v3i1.29432

Downloads

Published

2026-08-26

How to Cite

Salim, M., & Ningrum , E. S. C. (2026). Peningkatan Hasil Belajar IPAS pada Murid dengan Kesulitan Belajar Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing: Improving IPAS Learning Outcomes for Students with Learning Difficulties through the Guided Inquiry Learning Model. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 6(02), 2650–2662. https://doi.org/10.47709/educendikia.v6i02.9306