Syuruth Al-Mufassirin dalam Syuruth Al Lughawiyah Memahami Tentan Tankir dan Ta'rif

Authors

  • Tabrani Idris Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang
  • Oki Mahendra Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang

DOI:

https://doi.org/10.47709/elektriese.v14i01.4443

Keywords:

Syuruth Al-Mufassirin, Syuruht Al Lughawiyah, Tankir dan Ta'rif

Abstract

Dalam menafsirkan Al-Qur’an seorang mufasir harus memiliki beberapa syarat dan kriteria yang disebut juga Syuruth al-Mufassir. Adapun syaratnya yaitu aqidah yang benar, bersih dari hawa nafsu, mengerti dan memahami kaidah bahasa Arab, mengetahui tentang pokok-pokok ilmu Al-Qur’an, dan sebagainya. Dari beberapa syarat yang harus dimiliki seorang mufasir tersebut dalam artikel ini akan membahas salah satu diantaranya yaitu memahami kaidah bahasa arab tentang tankir dan ta’rif. Kajian ini membahaskan tentang aspek ta‘rif dan tankir menurut perspektif ilmu nahwu dan ma‘ani serta teori nazm dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an al-Karim. Dari penjelasan dalam artikel ini dapat diambil kesimpulan secara tersirat bahwasannya peran ta’rif dan tankir atau ma’rifat dan nakirah sangatlah penting dalam pemahaman ayat-ayat yang berada di dalam Al-Qur’an. Karena dengan ta’rif dan tankir para mufassir dapat mengetahui beragam konotasi dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Downloads

Published

2024-08-04

How to Cite

Idris , T. ., & Mahendra, O. . (2024). Syuruth Al-Mufassirin dalam Syuruth Al Lughawiyah Memahami Tentan Tankir dan Ta’rif. Elektriese: Jurnal Sains Dan Teknologi Elektro, 14(01), 94–100. https://doi.org/10.47709/elektriese.v14i01.4443

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.