Strategies for Addresing Population Dynamics and Land Cover Change in Bukit Mangkol

Authors

  • Edo Bastian Jatmika Universitas Terbuka, Indonesia
  • Edi Rusdiyanto Universitas Terbuka, Indonesia
  • Lilik Sulistyowati Universitas Terbuka, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47709/ijmdsa.v5i2.8286

Keywords:

Population Dynamics, Land Cover Change, GIS RaTA, AHP, Bukit Mangkol Grand Forest Park

Abstract

The Bukit Mangkol Grand Forest Park (Tahura) in Central Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province, plays a vital ecological role as a biodiversity conservation area. However, rapid population dynamics in surrounding buffer zones have driven significant land cover changes within this conservation area. This study aimed to analyze the dynamics of population growth and its impact on land cover change, identify primary driving factors through Rapid Land Tenure Assessment (RaTA), and formulate resolution strategies using the Analytical Hierarchy Process (AHP). A mixed-methods approach was employed, integrating spatial analysis through Geographic Information Systems (GIS) using Landsat 7 ETM+, Landsat 8 OLI, and Sentinel 2A imagery from 2013 to 2023. Results revealed that the total population of Central Bangka Regency increased by 23.6%, from 167,000 in 2013 to 206,478 in 2023. Concurrently, secondary dry forest cover declined by 23.9% (from 1,462.1 ha to 1,113.16 ha), while plantation areas expanded by 186.7% (from 218.72 ha to 627.03 ha). RaTA analysis identified three primary factors influencing land cover change: ecological (land tenure insecurity), social (population growth in buffer zones), and economic (livelihood dependency on forest resources). AHP analysis showed that ecological factors received the highest priority weight (0.665), followed by economic (0.237) and social (0.098) factors. Recommended strategies include critical land rehabilitation and law enforcement (ecological), community participation through conservation partnership (social), and development of alternative livelihoods (economic).

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Tengah. (2024). Bangka Tengah dalam Angka 2024. Bangka Tengah: BPS Kabupaten Bangka Tengah.

Barbier, E. B. (1997). The economic development and environmental conservation: The role of land use conflicts. World Development, 25(9), 1431–1443. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(97)00061-1

Bintarto, R. (2018). Geografi sosial: Konsep dasar dan penerapannya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Bogue, D. J. (1969). Principles of demography. New York: John Wiley & Sons.

Bongaarts, J. (2009). Human population growth and the demographic transition. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 364(1532), 2985–2990. https://doi.org/10.1098/rstb.2009.0137

Budiarti, R. (2021). Dinamika penduduk dan laju deforestasi di wilayah penyangga Taman Hutan Raya. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam, 12(1), 45–58.

Congalton, R. G. (1991). A review of assessing the accuracy of classifications of remotely sensed data. Remote Sensing of Environment, 37(1), 35–46. https://doi.org/10.1016/0034-4257(91)90048-B

Faozi, M., Setiawan, B., & Rahman, A. (2020). Tekanan pemanfaatan lahan di kawasan penyangga Taman Hutan Raya akibat dinamika penduduk. Jurnal Ekologi Hutan Tropis, 8(2), 91–104.

Firman, T. (2004). Major issues in Indonesia’s urban land development. Land Use Policy, 21(4), 347–355. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2003.10.004

Galudra, G., Pasya, G., Sirait, M., & Fay, C. (2006). Rapid land tenure assessment (RaTA): Panduan ringkas bagi praktisi. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan.

Galudra, G., van Noordwijk, M., Suyanto, S., Sardi, I., Pradhan, U., & Catacutan, D. (2013). Hot spots of confusion: Contested policies and competing carbon claims in the peatlands of Central Kalimantan, Indonesia. International Forestry Review, 15(1), 76–88. https://doi.org/10.1505/146554813805927408

Hadiyan, Y. (2017). Memahami dan membangun pendekatan penyelesaian deforestasi dan degradasi hutan di region Sumatera dan Kalimantan. Jurnal Biologi Education, 14(1), 166–176.

Handayani, R., Pratiwi, E., & Susanto, A. (2024). Analisis tutupan lahan dan deteksi perubahan menggunakan citra satelit multitemporal. Jurnal Penginderaan Jauh dan SIG, 11(1), 23–38.

Kartodihardjo, H. (2017). Tenurial dan tata kelola kawasan hutan di Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 14(2), 101–115.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kusumawati, D., & Pramono, R. (2020). Pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap kualitas lingkungan di kawasan hutan lindung. Jurnal Ekonomi dan Sumber Daya Alam, 9(2), 45–59.

Lambin, E. F., & Meyfroidt, P. (2011). Global land use change, economic globalization, and the looming land scarcity. Proceedings of the National Academy of Sciences, 108(9), 3465–3472. https://doi.org/10.1073/pnas.1100480108

Latue, P. (2023). Tutupan lahan sebagai indikator perubahan lingkungan spasial di kawasan konservasi. Jurnal Penelitian Kehutanan, 17(1), 55–69.

Lillesand, T., Kiefer, R. W., & Chipman, J. W. (2015). Remote sensing and image interpretation (7th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.

Lubis, F., Nasution, A., & Harahap, M. (2021). Analisis deforestasi di Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Jurnal Kehutanan dan Konservasi, 9(2), 77–92.

Malthus, T. R. (1798). An essay on the principle of population. London: J. Johnson.

Margono, B. A., Turubanova, S., Zhuravleva, I., Potapov, P., Tyukavina, A., Baccini, A., Goetz, S., & Hansen, M. C. (2014). Mapping and monitoring deforestation and forest degradation in Sumatra (Indonesia) using Landsat time series data sets from 1990 to 2010. Environmental Research Letters, 7(3), 034010. https://doi.org/10.1088/1748-9326/7/3/034010

Mulyani, D., & Gunawan, R. (2015). Evaluasi pengelolaan kawasan hutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Penelitian Kehutanan, 31(2), 112–128.

Nasution, A., Lubis, H., & Siregar, M. (2021). Dinamika penduduk dan daya dukung lingkungan di kawasan konservasi. Jurnal Ekologi dan Ilmu Lingkungan, 8(1), 34–47.

Pradipta, H. (2022). Dinamika penduduk dan perubahan tutupan lahan di kawasan konservasi. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam, 15(2), 123–135.

Pratama, D., & Suryadi, B. (2020). Spatial analysis of land use change in conservation areas: A case study in Sumatra. Jurnal Geografi Lingkungan, 15(1), 45–56.

Rasyid, F. (2018). Dinamika kependudukan dan pengaruhnya terhadap ekosistem kawasan hutan. Jurnal Demografi Indonesia, 5(2), 67–80.

Rini, T., & Santosa, P. (2023). Pengaruh arus migrasi terhadap perubahan tutupan lahan di kawasan konservasi pegunungan Jawa Tengah. Jurnal Konservasi Alam, 12(1), 43–57.

Rofiq, A., & Wibowo, S. (2019). Analisis perubahan tutupan lahan dan arahan zonasi di Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 7(1), 23–38.

Saaty, T. L. (2008). Decision making with the analytic hierarchy process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83–98. https://doi.org/10.1504/IJSSCI.2008.017590

Setiawan, I. (2021). Implikasi dinamika penduduk terhadap kawasan konservasi di Indonesia. Jurnal Ekologi dan Lingkungan, 10(1), 45–58.

Setiawan, B., & Harini, R. (2018). Konversi lahan hutan di wilayah Sumatera: Faktor penyebab dan dampak ekologis. Jurnal Ilmu Kehutanan, 12(2), 115–129.

Simon, B. (1993). Defining forests: The role of forest ecosystems in environmental conservation. Jurnal Ekologi, 18(4), 321–334.

Situmorang, J. R. (2017). Dinamika kependudukan dan implikasinya terhadap pembangunan. Jurnal Kependudukan Indonesia, 12(1), 15–28.

Sujatmiko, B., & Ardiani, Y. (2022). Integrasi data kependudukan dan kebijakan konservasi untuk pengelolaan kawasan hutan berkelanjutan. Jurnal Kebijakan Lingkungan, 9(2), 89–104.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Harlow: Pearson Education.

Wahyuni, T., Pratama, R., & Sari, N. (2021). Tutupan lahan sebagai cerminan aktivitas manusia pada kawasan hutan konservasi. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 18(2), 147–162.

Wala, G. N., & Adifa, F. (2023). Analisis kebijakan ruang terbuka hijau di Indonesia (kasus: Telaah PerMen ATR/Kepala BPN No. 14 Tahun 2022). Jurnal Greenation Sosial dan Politik, 1(4), 134–139.

Wijaya, R., & Sanusi, R. (2020). Peran masyarakat dalam pengelolaan hutan lindung: Studi kasus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 27(2), 92–107.

Yulianto, S., & Hidayat, S. (2021). Permasalahan pengelolaan lahan dan tutupan sumber daya alam di kawasan hutan: Studi kasus di Kalimantan dan Sumatera. Jurnal Sumber Daya Alam, 17(2), 215–229.

Yunus, H. S. (2010). Dinamika wilayah dan perubahan penggunaan lahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-04-22

How to Cite

Jatmika, E. B., Rusdiyanto, E., & Sulistyowati, L. (2026). Strategies for Addresing Population Dynamics and Land Cover Change in Bukit Mangkol. International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts, 5(2), 417–423. https://doi.org/10.47709/ijmdsa.v5i2.8286

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.