Penyimpangan Bahasa pada Gen-Z dalam Grup K-Pop di Media Sosial

Authors

  • Salsabila Syifa Universitas Indraprasta PGRI
  • Allesandra Geraldine Universitas Indraprasta PGRI
  • Pramudita Valencia Universitas Indraprasta PGRI
  • Cyntia Alvionita Universitas Indraprasta PGRI
  • Santi Nugraha Universitas Indraprasta PGRI
  • Erna Megawati Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.47709/jbsi.v4i01.4272

Keywords:

Campur Kode, Gen-Z, Komunitas K-Pop, Media Sosial

Abstract

Penggunaan bahasa Gen-Z dalam grup K-pop di media sosial menjadi isu yang mengemuka di era digital. Mereka mencampurkan bahasa selama percakapan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi beragam campur kode dalam konteks fandom K-pop berupa campur kode dalam tuturan Gen-Z di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, mendengarkan, dan mencatat. Data dalam penelitian ini adalah ucapan yang diambil dari 10 grup WhatsApp K-pop. Fokus penelitian ini adalah Campur Kode dan subfokusnya adalah: a) Campur Kode ke Dalam, b) Campur Kode ke Luar, dan c) Campur Kode Campuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang dilakukan oleh Gen-Z adalah: a) Campur Kode ke Dalam yaitu penyisipan kata, frasa, dan kalimat yang menggunakan campuran bahasa daerah. b) Campur Kode ke Luar yaitu penyisipan kata, frasa, klausa, dan kalimat yang menggunakan bahasa asing. c) Campur Kode Campuran yaitu penyisipan kata dan frasa yang diperoleh dari campuran bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa gaul. Selain itu, terdapat penggunaan bahasa gaul Indonesia dan bahasa gaul Inggris yang terdapat pada campur kode ini berupa kata, singkatan, dan istilah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan bagi pendiri Gen-Z dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik.

Downloads

Published

2024-07-27