Analisis Motivasi dalam Manajemen Karier Defensif pada Fenomena Job Hugging

Authors

  • Hilma Harmen Universitas Negeri Medan
  • Adinda Syifa Universitas Negeri Medan
  • Dwi Sulistia Universitas Negeri Medan
  • Glorysha Simbolon Universitas Negeri Medan
  • Kayla Pratiwi Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.47709/jumansi.v8i2.8280

Keywords:

Job Hugging, Manajemen Karir Defensif, Generasi Z, Countinuance Commitment, Stagnasi Karir

Abstract

Abstrak:

Latar belakang: Fenomena job hopping yang selama ini identik dengan Generasi Z kini mulai bergeser menjadi fenomena job hugging akibat ketidakpastian ekonomi global dan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan orientasi karir, dari yang sebelumnya berfokus pada pengembangan diri menuju orientasi pada keamanan finansial dan stabilitas pekerjaan.

Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis konten terhadap berbagai laporan serta kajian terkait fenomena ketenagakerjaan terkini. Metode ini digunakan untuk memahami faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan karyawan muda untuk tetap bertahan pada pekerjaan yang sebenarnya kurang memberikan kepuasan kerja.

Hasil penelitian: Temuan penelitian menunjukkan bahwa fenomena job hugging dapat dipahami sebagai bentuk strategi manajemen karir defensif yang didominasi oleh continuance commitment atau komitmen berkelanjutan. Tekanan eksternal seperti meningkatnya biaya hidup serta kewajiban finansial mendorong karyawan untuk lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar (safety needs) dibandingkan dengan pencapaian aktualisasi diri. Kondisi ini berpotensi menimbulkan career plateau atau stagnasi dalam perkembangan karir.

Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan karyawan untuk tetap berada dalam suatu pekerjaan tidak selalu mencerminkan tingkat loyalitas terhadap organisasi, melainkan lebih sebagai bentuk strategi bertahan dalam menghadapi tekanan ekonomi. Oleh karena itu, organisasi perlu menyesuaikan strategi pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam hal retensi dan pengembangan karyawan, agar dapat menjaga tingkat keterikatan (engagement) serta produktivitas organisasi dalam jangka panjang.

 

Downloads

Published

2026-07-04