Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Film Ali dan Ratu-Ratu Queens Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
DOI:
https://doi.org/10.47709/jbsi.v2i01.1499Kata Kunci:
Kesantunan, Berbahasa, Pragmatik, FilmAbstrak
Dalam film tentunya terdapat dialog yang dilakukan antar tokoh di film tersebut. Dialog antar tokoh sering mengundang rasa ingin tahu penonton. Dengan kajian pragmatik tentunya rasa ingin tahu penonton dapat terjawab. Dalam komunikasi antar manusia terkadang yang dikatakan penutur berbeda dengan yang dimaksudkan penutur. Selain harus memperhatikan konteks, penutur pun harus memiliki kesantunan dalam berbahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk prinsip kesantunan yang terdapat dalam film Ali dan Ratu-ratu Queens karya Lucky Kuswandi dan mendeskripsikan implikasi prinsip kesantunan berbahasa yang terdapa dalam film terhadapat pembelajaran bahasa Indonesia di SMA.
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat sebagai teknik lanjutan.
Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 37 data maksim, meliputi: 8 maksim kebijaksanaan, 7 maksim kedermawanan, 8 maksim penghargaan, 2 maksim kesederhanaan, 7 maksim permufakatan, dan 5 maksim kesimpatian.
Dari hasil analisis fungsi maksim, dapat disimpulkan bahwa setiap maksim yang terdapat pada film Ali dan Ratu-Ratu Queens Karya Lucky Kuswandi berfungsi menghindari konflik, memastikan interaksi kooperatif, mengatur kesan, membangun kekuatan, memastikan kepatuhan, menunjukkan rasa hormat, dan bersikap baik.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Shinta Dewi Safira, Achmad Yuhdi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








