Analisis Feminisme dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Penulis

  • Siti Nurmuzdalifah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Najwa Puput Rahmawati Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Imma Fauziyah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Bonaventura Tirta Yuanda Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Tri Bagus Ardiansyah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Eni Nurhayati Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.47709/jbsi.v3i02.3294

Kata Kunci:

Feminisme, Film, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Abstrak

Pesan yang disampaikan dalam film memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan membentuk masyarakat. Penelitian artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menampilkan konsep matrilineal budaya Minangkabau yang menjadikan perempuan minang berada dalam posisi yang setara dengan laki-laki Minangkabau. Dalam film ini konsep yang ditampilkan adalah konsep matrilineal yang merupakan konsep yang tidak sejalan dengan paham pemerintah yang menganut patriarki. Sehingga posisi perempuan dalam bermasyarakat menjadi tidak dominan. Dalam film ini juga mempresentasikan penindasan yang dialami oleh perempuan. Meskipun pada awal cerita menunjukkan marginalisasi yang di terima leh laki-laki, namun pada film ini perempuan masih tetap mendominasi oleh penindasan. Pada film ini perempuan juga dipresentasikan dengan sosok yang lemah dantak berdaya sedangkan laki-laki dipresentasikan dengan sosok yang kuat dan mampu bertahan dengan segala keterpurukannnya.

Diterbitkan

2023-12-18