Kebijakan Moneter Hijau, Inklusi Keuangan Digital, dan Kinerja Keuangan UMKM terhadap Pengurangan Kemiskinan Hijau di Indonesia: Analisis Empiris untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.47709/jebma.v5i3.7246Keywords:
kebijakan moneter hijau, inklusi keuangan digital, kinerja keuangan UMKM, kemiskinan hijau, pembangunan berkelanjutan.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan moneter hijau dan inklusi keuangan digital terhadap kinerja keuangan UMKM serta implikasinya terhadap pengurangan kemiskinan hijau di Indonesia dalam konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan moneter hijau dipandang sebagai instrumen strategis Bank Indonesia dalam mendorong pembiayaan ramah lingkungan dan memperluas akses keuangan berkelanjutan melalui penyaluran kredit hijau. Sementara itu, inklusi keuangan digital berperan penting dalam memperkuat daya saing dan efisiensi transaksi keuangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penelitian ini menggunakan data sekunder periode 2010–2024 yang bersumber dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Koperasi dan UKM. Analisis dilakukan dengan metode Path Analysis untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel, dengan model jalur: Kebijakan Moneter Hijau ? Inklusi Keuangan Digital ? Kinerja Keuangan UMKM ? Kemiskinan Hijau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moneter hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan digital dan kinerja keuangan UMKM. Peningkatan akses digital finansial dan pembiayaan hijau mendorong perbaikan kinerja usaha yang pada akhirnya menurunkan tingkat kemiskinan hijau, yaitu bentuk kemiskinan yang muncul akibat keterbatasan akses ekonomi terhadap sumber daya dan energi berkelanjutan. Selain itu, inklusi keuangan digital terbukti menjadi variabel mediasi penting yang menghubungkan kebijakan moneter hijau dengan peningkatan kinerja keuangan UMKM dan pengentasan kemiskinan hijau.
Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan moneter hijau, digitalisasi keuangan, dan pemberdayaan UMKM dapat menjadi strategi efektif untuk mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia.
Kata kunci: kebijakan moneter hijau, inklusi keuangan digital, kinerja keuangan UMKM, kemiskinan hijau, pembangunan berkelanjutan.
References
Abdallah, W., Mohammed, A., & Karim, S. (2024). Digital financial literacy and MSME performance in emerging economies. Journal of Financial Reporting and Accounting, 22(3), 112–130. https://doi.org/10.1108/JFRA-10-2023-0212
AFI. (2023). Inclusive Green Finance: Policy framework for emerging markets. Alliance for Financial Inclusion. https://www.afi-global.org/publications/inclusive-green-finance-policy-framework/
Al-Kez, D., Shah, A., & Kumar, R. (2024). Measuring energy and green poverty: Insights from low-income economies. Energy, 289, 130469. https://doi.org/10.1016/j.energy.2023.130469
Bank Indonesia. (2024). Payment System & Financial Inclusion Report 2024. Jakarta: Bank Indonesia.
Beck, T., & Demirgüç-Kunt, A. (2022). Finance, inequality, and inclusion. World Bank Economic Review, 36(4), 922–945. https://doi.org/10.1093/wber/lhac012
Dafermos, Y., & Nikolaidi, M. (2023). Green central banking and inequality. Cambridge Journal of Economics, 47(3), 495–521. https://doi.org/10.1093/cje/bead012
ERIA. (2024). An Inclusive Digital Economy in ASEAN. Economic Research Institute for ASEAN and East Asia. https://www.eria.org/publications/an-inclusive-digital-economy-in-asean/
Ferrari, A., & Nispi Landi, V. (2023). Green central banks’ asset purchases and portfolio reallocation. International Journal of Central Banking, 19(5), 313–360. https://doi.org/10.1093/ijcb/icad019
Gomez, J., Rahman, H., & Singh, K. (2023). MSME financial resilience after the pandemic: Evidence from Asia. Small Business Economics, 61(2), 345–366. https://doi.org/10.1007/s11187-023-00765-1
Kim, J., Park, D., & Nguyen, L. (2023). Digital finance and sustainable MSME growth in Asia. Journal of Asian Economics, 85, 102012. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2023.102012
Nguyen, T. T., & Le, H. T. (2024). Inflation targeting and green monetary policy in emerging markets. Journal of Sustainable Finance & Investment, 14(1), 102–125. https://doi.org/10.1080/20430795.2023.2289902
OECD. (2023). Digitalisation and Finance in Asia: Building Inclusive Green Economies. Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/fin-asia-2023-en
OJK. (2023). Sustainable Finance Roadmap II (2021–2025). Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia. https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/keuangan-berkelanjutan
Setiawan, B., Sitorus, A. P., & Pratama, D. (2023). Green entrepreneurship and digital finance in Indonesia. International Journal of Sustainable Economy, 15(4), 233–251. https://doi.org/10.1504/IJSE.2023.128764
Siregar, R., & Anggraini, F. (2023). QR-based payments and MSME revenue in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 28(2), 145–160. https://doi.org/10.24914/jeb.v28i2.9021
UNDP. (2023). Sustainable Development and Poverty Reduction: An Integrated Approach. United Nations Development Programme. https://www.undp.org/publications/sustainable-development-poverty-reduction
World Bank. (2023). Indonesia Digital Economy Report: Enabling Inclusive Growth. Washington, DC: World Bank Group. https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rusiadi, Abdiyanto, Elfitra Desy Surya, Wahyu Indah Sari, Anggi Pratiwi Sitorus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
