Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak SD Negeri Pasirjeungjing
DOI:
https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i02.2592Keywords:
Kurikulum Merdeka, IKM, Sekolah Penggerak, Komite Pembelajaran, KemendikbudristekAbstract
Dalam rangka mendukung suksesnya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) maka Kemendikbudristek meluncurkan Program Sekolah Penggerak yang bertujuan sebagai pilot project dalam IKM. Namun dalam penerapannya masih terdapat beberapa kekurangan. Oleh karena itu diperlukan strategi yang tepat dalam IKM. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu guna mendeskripsikan strategi IKM di Sekolah Penggerak SD Negeri Pasirjeungjing. Hasil penelitian diperoleh bahwa strategi IKM di Sekolah Penggerak SD Negeri Pasirjeungjing terdiri dari 4 komponen utama yaitu 1) memahami kerangka dasar dan regulasi Kurikulum Merdeka, 2) pembelajaran dan asesmen, 3) pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), dan 4) pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang ditemukan diantaranya 1) kurangnya sarana dan prasarana, 2) SDM yang masih kurang, 3) minimnya pengalaman, 4) kesulitan dalam membangun budaya sekolah. Adapun upaya yang dilakukan Komite Pembelajaran diantaranya 1) guru dituntut lebih kreatif dalam memanfaatkan fasilitas sekolah, 2) mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka, 2) guru berkoordinasi dengan guru penggerak, 4) guru mengikuti pelatihan membangun budaya sekolah dalam IKM. Strategi IKM di SD Negeri Pasirjeungjing selaras dengan alur memahami Kurikulum Merdeka yang dirancang oleh Kemendikbudristek.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Dodi Irmawan, Ahmad Mulyadiprana, Muhammad Rijal Wahid Muharram

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










